Jumat, 19 Agustus 2011

Spiritttt and Motivation!!!!

Dua kata di atas sudah sangat familiar di telinga kita. Sering dibicarakan dalam media non maupun electronic. Meski demikian, percaya atau tidak dua hal ini merupakan dilema bagi sebagian besar orang. Banyak diantara mereka yang tidak memiliki semangat dan motivasi lagi, yang menjerumuskan pada hal-hal yang negatif (naudzubillah, semoga kita tetap dilindungi oleh Allah SWT... amiin). Dari mulai mabuk-mabukan, gila, sampai bunuh diri dapat dialami oleh orang yang sudah tidak memiliki semangat dan motivasi.

Oleh karena itu, maka sangatlah penting bagi kita, terutama para remaja yang sedang dalam masa sangat rentan. Saya punya beberapa beberapa saran yang dapat anda pertimbangkan guna menumbuhkan semangat dan motivasi. Cekidot!!!

     1.    Lihat sejauh mana km sudah beraksi
saat anda ingin meraih sesuatu, analogikan dengan perjalanan panjang yang anda tempuh  untuk mencapai suatu tempat. Saat anda merasa jenuh degan jalan itu, atau bahkan anda merasa sangat lelah karena jalan yang anda lalui teramat jelek, lihatlah anda telah berada dimana untuk membangkitkan semangat anda. Bicara pada diri anda sendiri, “kalo aku kembali, jarak aku ke titik awal sama saja dengan jarak yang aku tempuh untuk mendapatkan sesuatu yang aku idamkan.” , “ah aku sudah tanggung berjalan sampai kemari, lagi pula di sana ada yang aku inginkan, rintangan segini tidak ada apa-apanya.”

     2.    Lihat hasil yang akan km dapatkan
Ini merupakan resep yang sangat manjur buat memompa semangat, saat anda lesu dalam meraih yang anda dapatkan.. ingat-ingat kembali apa yang akan anda dapat dengan usaha anda.

     3.    Ingat-ingat orang yang akan anda buat merasa bangga dengan hasil yang anda peroleh
Bila dalam diri sendiri sudah benar-benar tidak ada hasrat, maka jalan ini merupakan jalan yang wajib ditempuh. Ingat-ingat dalam kepala anda, ada orang yang akan bangga dengan diri kita bila kita bisa. Teman, pacar, kerabat, sahabat, orang tua dan orang yang menyayangi anda akan merasa sangat senang dengan keberhasilan anda. Apakah anda tidak senang bila melihat orang lain senang dengan diri kita?????

     4.    Berprasangka baik
Saat usah kita sudah dirasa maksimal, tapi hasil yang diperoleh tidak seperti yang kita inginkan. Berprasangka baiklah. Karena denga begitu, anda akan terstimulus untuk kembali berdiri bergera menantang! Camkan dalam kepala anda, “TIDAK ADA SESUATU YANG TIDAK BERMANFAAT (untuk kegiatan yang baik tentunya^^).” Bila ketika akan ulangan apa yang kita pelajari tidak ada dalam soal ulangan, mungkin lain kali soal itu akan ada. Lagipula tidak ada yang salah dengan sebuah ilmu pengetahuan. Coba terapkan itu untuk hal yang lain.

     5.    Berwudu
Ini merupakan tindakan ajaib yang dapat mendongkrak semangat. Berwudhu dengan benar selain suci dari hadast kecil, juga memberikan efek segar pada diri. Dan itu akan memberikan semangat!!

     6.    Shalat
Saat anda merasa benar-benar lelah, shalatlah. Karena untuk shalat sebelumnya anda akan berwudhu, dan ketika anda shalat pikiran anda akan direfresh. Ketika takbiratul ikhram, unsur ruhiahna beralih.  Anda akan berkonsentrasi pada satu Zat saat anda shalat, dan itu akan merefresh otak anda, sehingga setelah anda shalat anda akan kebali merasa segar dan konsentrasi kembali stabil. (CATATAN : shalatnya yang khusyu, santai lah minimal, jangan kayak mau ngejar maling. :D )

    7.    Berpeganglah selalu pada Allah SWT
karena semangat dan motivasi adalah karunia dari-Nya.

     8.    Ingatlah kembali niat awal km
Selalu lakukan ini saat anda mengalami kejenuhan, dan niat anda hampir beralih.

Sabtu, 13 Agustus 2011

TETAP IKHTIAR DAN TAWAKAL

Berikut sebuah kisah yang diambil dari buku Karena Allah Tidak Tidur karya Ahmad Rifa’i Rif’an sebagai pembuka tulisan kali ini. Pada suatu malam, seorang santri di sebuah pesantren secara sembunyi-sembunyi keluar dari majelis kajian. Dengan langkah kaki yang hati-hati ia segera menuju ke rumah ustadznya yang tidak jauh dari pesantren.  Tempat yang ia tuju adalah belakang rumah ustadz. Kebetulan di belakang rumah sang ustadz ada pohon mangga yang sedang berbuah lebat.

Ia memanjat pohon dengan lincah sambil membawa karung yang telah dipersiapkannya sejak sore hari. Ia memetik mangga satu per satu, hingga karung yang dibawanya terasa berat. Kemudian ia turun, dan bergegas menuju kamar pesantrennya.

Di pesantrennya, ia membagi-bagikan buah mangga itu ke teman-temannya. Ia makan beramai-ramai di dalam kamar.

Pagi harinya, tanpa melalui penyelidikan yang berbelit-belit, si pelaku pencurian mangga itu pun ketangkap. Ternyata beberapa teman yang tak kebagian mangga sengaja melaporkan siapa yang telah mencuri mangga tadi malam.

Si pelaku pun diintrogasi langsung oleh sang ustadz.
“Mengapa kamu mencuri?”
Dengan entengnya santri itu menjawab, “Sudah takdir, ustadz.”
“Takdir gundulmu.” Ustadz itu pun menjewer  telinga santrinya, memuntirnya, hingga kepala santri itu muter-muter mengikuti arah jeweran.
“Aduh, sakit, Ustadz. Kok saya dijewer sih, ustadz? Saya mencuri ini kan sudah takdir dari Allah!”
Sang ustadz degnan entengnya menjawab, “Lho, jeweran ini juga takdir!”

Begitulah gambaran seseorang yang mengalami kemandegan dalam menafsirkan arti takdir. Banyak di kalangan kita yang sering berbicara “ah apa boleh buat”, “ah saya pasrah saja.” Seolah pikiran kita telah terpola kalimat, “semua sudah diatur, mau ngapain kerja terlalu keras, toh kalau takdir saya jadi orang kaya pasti kaya dengan sendirinya.” Syukur kalau kaya, nah kalau yang takdirnya miskin ngomong kaya gitu mau jadi apa!

Allah SWT telah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 53 “....sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” Itu merupakan dasar yang jelas untuk kita agar terus berusaha dalam meraih apa yang kita cita-citakan.

Seorang muslim sejati adalah dia yang suka bekerja keras, bukan para pemalas yang lebih senang menggunakan kata-kata “pasrah saja”, “aku cape”, “tidak akan mungkin berhasil”. Kata-kata demikian lebih tepat digunakan oleh orang yang telah berputus asa dan tidak memiliki semangat lagi hingga ia siap untuk dimasukan ruangan gas. Tidak tepat bila dikatagorikan sebagai muslim sejati. Walalupun memang tidak dapat disangkal Allah memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan apa yang Dia kehendaki seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).” (QS. Ar Ra’ad : 39). Tetapi ingatlah firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 53, dan janji Allah itu pasti akan dipenuhi.

“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do’a.” (HR Sunan Ibnu Majah). Dalam surat Al-Baqarah ayat 186 disebutkan “... aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.
                
Pembaca yang budiman, teruslah berusaha dan jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah SWT, bila mana takdir baik belum menghampiri kita, bersabarlah. Karena Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui. KEEP SPIRIT!!!!!

MEMBUAT DIRI SENDIRI BAHAGIA DAN ATAU MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN

Kebahagian, adalah hal yang mutlak diperlukan oleh setiap manusia. Kebahagian akan membawa kita pada perasaan dan kehidupan yang lebih baik. Dimana akan selalu ada semangat dalam menjali kehidup sehari-hari.
Berbicara tentang kebahagian, adalah hal yang sudut pandang dan cara meraihnya sangat relatif. Kebahagian yaitu suatu kondisi dimana hati kita merasa senang setelah mendapatkan apa yang kita inginkan. Mengapa dikatakan relatif??? Jawabannya tentu karna setiap perasaan, cara pikir, sudut pandang, dan gaya hidup manusia berbeda-beda.

Membuat diri sendiri bahagia??? Ya, mutlak perlu dilakukan agar hidup kita berjalan lebih nyaman. Tapi apakah mesti dengan merusak kebahagian orang lain (saudara kita)??? Untuk orang yang berhati jawabannya tentu tidak. Kebahagian tersebut dapat diraih dengan lebih banyak cara. Daripada merenggut kebahagian orang lain... kenapa kita tidak mencara jalan lain??? Dengan melihat ke sekeliling kita, lihat keadaan mereka yang lebih terpuruk dari kita, lihat mereka yang tidak lebih beruntung dari kita, lihat mereka yang tidak dapat menikmati masa hidupnya dengan lebih baik dari kita. Selain itu, berfikirlah positif. Segala kejadian pasti memiliki hikmah dan merupakan bagian dari perjalanan yang sangaaaaaat panjangggg.... dan akan mengantarkan kita pada pemikiran yang lebih dewasa dan bijaksana. Orang yang mimiliki prasangka yang buruk masuk pada kelas 3 (direktur Kirin di film drama Dream High ^^). Itu masuk akal, karena bila pikiran kita disesaki dengan prasangka yang buruk tentu kita akan jauh dari kebahagian. Setiap langkah orang lain akan kita anggap sebagai ancaman, dan bayangan ketakutan akan senantiasa menghantui.

Kebahagian diri... apakah itu cukup untuk hidup yang begitu bermakna ini??? Menurut pandangan saya itu tidaklah cukup! Ada orang lain di sekeliling kita, orang-orang yang tersenyum saat melihat wajah kita, orang-orang yang melambaikan tangan pada kita, orang-orang yang mengucapkan salam pada kita, dan lebih dari itu ada orang-orang yang mencintai dan menyayangi kita, yang rela mengorbankan diri mereka demi kita. Melihat hal-hal seperti itu, tentulah penting bagi kita untuk membuat orang lain merasakan kebahagian. Bagi saya, melihat orang lain tersenyum dan tertawa lepas lebih berarti dari senyum dan tawa saya. Saya bisa berdiri di belakang panggung jika bisa membuat mereka yang suka berada di atas panggung tersenyum. Hiduplah untuk kebahagian diri atau bahagiakanlah orang lain (Playful Kiss, dengan sedikit perubahan ^^).


Sering terdengar, bahwa kebahagian itu layaknya kupu-kupu. Semakin dikejar semakin menjauh dan hanya hinggap di tempat-tempat yang tenang dan bunga yang indah. Itu masuk akal, segala sesuatu sudah ada yang mengatur. Jika takdir baik belum sampai pada kita, mau dikejar bagaimapun tidak akan berhasil didapat. Tapi jangan sampai menjadikan hal tersebut alasan untuk hanya berdiam diri, karna untuk menjadi bunga yang indah haruslah tumbuh di tempat yang baik dan dengan parawatan yang baik pula ^^.

Jika dapat menemukan hal yang senantiasa membuat diri bahagia, tentulah hidup akan terasa lebih nyaman. Maka temukanlah... carii hal itu di setiap hal, saat anda mendengarkan musik, saat anda menari, saat anda menyanyi, saat anda menggambar, saat anda menulis, saat anda menyendiri dan menatap panorama, atau yang lebih dari itu semua saat anda mengingat Allah SWT, saat anda mengembalikan segalanya pada-Nya, saat anda mengucapkan syukur, saat anda membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, dan saat anda bersujud dengan pasrah dan ikhlas pada-Nya. Selalu ingat, segala yang terdapat di dunia ini pastilah sirna, satu-satunya yang tidak akan sirna hanya Sang Pencipta semesta dan isinya, juga segala yang Dia kehendaki untuk keabadian. Jadilah orang yang berpikir, menatap kedepan, dan melakukan perbaikan-perbaikan. ^_^

Minggu, 07 Agustus 2011

Titik Tolak

bismillahirrahmanirrahim
Tahun ini merupakan titik balik bagi saya, dan segala yang telah lalu menjadi bahan pertimbangan untuk setiap langkah yang saya tempuh.

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." #Sayyidina Umar Bin Khattab. Itulah penggalan kata mutiara dari seorang sahabat yang mulia sepanjang zaman, disegani semasa ia hidup dan setelah ia meninggal. Manusia yang namanya masuk pada buku 100 orang paling berpengaruh di dunia (buku ini sebagai bukti tidak untuk sebagai rujukan khusus). Kata-kata tersebut berpengaruh besar dalam hidup yang saya jalani. "Hidup itu terus belajar untuk meraih ilmu, dan untuk meraih ilmu itu haruslah belajar tenang dan sabar", begitulah kepala saya menafsirkan kata-kata itu. Membuat saya tidak angkuh dan merasa diri paling benar. Sehingga Alhamdulillah saya dapat menerima nasehat dari orang lain.

Pembaca yang budiman, alangkah indahnya hidup ini bila kita dapat selalu membuka hati kita untuk hal yang baik. Menerima nasehat dengan lapang dada, dan menganggap kritikan adalah batu loncatan untuk melompat ke tempat yang lebih baik. Alangkah ni'matnya bila saat kita sendiri, kita senantiasa mengoreksi diri dan mengevaluasi hal-hal yang telah kita perbuat. Dengan langkah seperti itu insyallah jiwa kita jauh dari sifat angkuh yang menyesatkan.

"Dalam hidup itu buatlah perubahan, dan untuk membuat perubahan berjuanglah untuk menguatkan hati". Wassalmu'alaikum warahmatullah.