Minggu, 27 November 2011

Hari Guru

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,  menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan nasional (UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).


Begitulah posisi guru di mata negara Republik Indonesia. Profesionalitasnya diperlukan guna membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada anak usia dan jalur pendidikan tertentu membuat posisi guru menjadi sangat berpengaruh dan mulia. Coba bayangkan, bila di dunia ini tidak ada guru yang mendidik dan membagikan ilmunya, mau jadi apa dunia ini.

Mendidik adalah hal pertama yang disebutkan dalam rangkaian tugas utama guru di Indonesia. Itu artinya guru memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter anak didiknya. Maka tidaklah salah bila ada peribahasa mengatakan "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.". Tingkah laku, cara bicara, orientasi berpikir, dan pengetahuan yang dimiliki seorang guru akan dicerna oleh muridnya. Dan biasanya hasil pencernaan itu akan menghasilkan zat yang lebih dari apa yang dia cerna. Dengan kata lain bila guru mengajarkan satu, maka muridnya akan melakukannya dua.

Begitu sentralnya posisi guru di dunia ini, sampai-sampai ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom Atom oleh sekutu, yang ditanyakan pertama kali oleh Kaisar Jepang adalah "Berapa orang guru yang tersisa?". LUAR BIASA. 


"gurulah pelita, penerang dalam gulita... jasamu tiada tara..."

Sobat, marilah kita hargai guru kita. Di zaman modern ini, pemikiran telah berkembang dengan pesat. Kita harus dapat memilah dan memilih mana yang pantas dan tidak untuk ditiru. Namun jangan sampai kita secara terang-terangan mengatakan TIDAK pada guru kita.

Selamat Hari Guru! :)