Minggu, 04 Desember 2011

KONSISTENSI DI DALAM INKONSISTENSI


-renungan malam minggu, 2 Desember 2011

Zaman semakin edan, pergaulan semakin tidak terkontrol. Anak muda bebas berkeliaran dengan modal energi muda dan materi dari orang tuanya. Yang lebih edan, orang tua yang sudah bau tanah berusaha menutupi ubannya dengan berlagak muda, walaupun hasilnya sudah jelas NOL BESAR tapi tetep mereka lakukan. EMANG EDAN zaman sekarang ini!
                                                   
Mengapa demikian? jelas ada penyebabnya. dan salah satunya adalah Konsistensi di dalam Inkonsistensi yang diterapkan orang tua pada anak mereka sejak usia dini. Nahloh ko orang tua mengajarkan hal begitu? Kebanyakan orang tua tidak menyadari tindakannya. Karena memang, tindakannya itu terselubung di dalam alasan yang kuat *katanya. Bagai bom buku, terlihat begitu elegan tapi di dalamnya mengerikan.

Sobat, ketika ada orang tua yang melarang anaknya menggunakan kendaraan karena jalanan sedang ramai dan anak itu mematuhinya. Tetapi saat sang orang tua menginginkan dibelikan sesuatu yang tempat penjualnya jauh sehingga harus menggunakan motor untuk menempuhnya maka orang tua akan bersikeras menyuruh anaknya walaupun sang anak telah berkata takut karena jalanan sedang ramai. Ketika seorang anak dilarang keluar rumah saat sareupna *Waktu maghrib karena pamali katanya lalu anak itu mematuhinya, akan tetapi saat anak menolak permintaan orang tuanya untuk dibelikan sesuatu di warung tetangga dengan alasan pamali, maka orang tua itu bersikeras menyuruh anaknya pergi ke warung. Saat orang tua mengajarkan anaknya jangan suka berbohong, tetapi saat terdengar kabar bahwa akan ada tukang kridit menagih hutang, sang ayah menyuruh anaknya berbicara bahwa ayah tidak ada di rumah kalau ada tamu yang menanyakan. Dan sang anak pun mematuhinya, mengatakan “ayah tidak ada” ketika ada tamu datang ke rumah. Saat tukang kredit yang datang, sang ayah baik-baik saja, tetapi saat orang yang akan memberikan sesuatu kepada sang ayah tidak jadi memberikan barang yang dibawanya karena kata anak sang ayah tidak ada, maka seketika sang ayah murka pada. Aneh, padahal kan ayahnya sendiri yang menyuruh kalau ada tamu bilang ayah tidak ada. Tidak semua memang, tapi pada umumnya demikian. Sobat mau memungkiri? Silahkan saja, tapi kalau itu tidak terjadi mungkin negeri ini sudah menjadi negeri yang MAJU! Setuju?

Konsistensi di dalam Inkonsistensi, dan sebaliknya. Memang telah mendarah daging. Tidak hanya di rumah, di sekolah, perkantoran, dan dimana-manapun telah dilakukan oleh berbagai kalangan. Tanpa disadari telah menjadi budaya. Astaghfirullah. Kalau sejak dini telah menerapkan fikrah seperti itu, maka tidak heran kalau sudah dewasa nanti akan tetap dilakukan, contohnya melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati. Kita konsisten dengan ketertiban dengan berpartisipasi menyepakati peraturan, tapi inkonsisten dalam pelaksanaannya. Dan masih banyak contoh yang lainnya.

Sobat pernah mengalaminya? Tidak masalah, asal segera berubah. Sobat, untuk merubah kebiasaan memang tidak mudah. Tapi kalau kita memiliki kemauan dan niat yang kuat kenapa tidak. Perubahannya tidak signifkan? Tidak menjadi persoaalan, karena semua berjalan perlahan, itu manusiawi. Yang terpenting teruslah belajar, dan jangan pernah merasa diri paling benar.

SEMOGA INDONESIA SEMAKIN BERSIH!

repost-berita paling berkesan



Kiri ke Kanan: Abraham, Yunus

Jakarta - Nama Abraham Samad secara mengejutkan terpilih menjadi Ketua KPK. Pria Makassar ini menggeser Yunus Husein yang disebut-sebut mendapat restu Istana. Bahkan anggota Setgab dikabarkan sempat pecah gara-gara ada pihak-pihak yang tidak mendukung Yunus. Seperti apa kisahnya?

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, Sabtu (3/12/2011), anggota Setgab bahkan sampai menggelar lobi di sebuah hotel di Jakarta pada Kamis (1/12) malam.

Beredar kabar, fraksi-fraksi menolak karena Yunus diduga dekat dengan kekuasaan sehingga akan mengganggu kerja KPK. Ini terbukti dengan masih aktifnya Yunus di Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Bahkan yang lebih ditakuti oleh fraksi-fraksi di DPR, Yunus pernah menyandang jabatan ketua PPATK. Yunus diyakini mengetahui, dan memegang seluruh transaksi mencurigakan semua orang.

Kepastian Yunus terpental dan nama Abraham dijagokan, akhirnya keluar dari mulut anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo pada Jumat (2/12). Bambang mengklaim jika enam fraksi yakni Golkar, PDIP, PKS, PPP, Hanura dan Gerindra, telah sepakat memilih Bambang Widjojanto dan Abraham Samad menjadi pimpinan KPK. Dua nama itu dinilai indenpenden dan mampu menuntaskan kasus Bank Century. Keduanya dinilai masih steril dari kekuasaan.

"Kita kan konsolidasi terus, enam fraksi sepakat memilih BW (Bambang Widjojanto) dan Abraham," kata Bambang di sela-sela proses pemilihan empat pimpinan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jumat (2/12/2011).

Namun kabar kesepakatan di dalam Setgab ini ditepis oleh Sekretaris FPD DPR, Saan Mustopa. Menurut Saan, Setgab koalisi tidak membicarakan nama-nama capim KPK.

"Sampai saat ini kita belum membicarakan soal nama capim KPK. Ya itu keputusan masing-masing fraksi," kilah Saan, saat dikonfirmasi detikcom terpisah.

Terpentalnya Yunus juga disayangkan Demokrat. Politikus Demokrat yang juga Ketua Komisi Hukum DPR Benny K Harman kecewa berat dengan terlemparnya Yunus. 

"Ya kecewa, tapi bagaimana lagi, politik ya begitu. Suara rakyat kan suara Tuhan," ucap Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12) kemarin.

Panitia seleksi (pansel) calon pimpinan KPK juga mengungkapkan kekecewaannya dengan hasil akhir pemilihan pimpinan KPK yang dilakukan oleh wakil rakyat tersebut. Meski begitu, Pansel menghormati hasil keputusan tersebut.

"Kalau kami, itu hasil yang jauh dari harapan Pansel," ujar mantan anggota Pansel Saldi Isra kepada detikcom, hari ini.

Sementara alasan dipilihnya Abraham, sebagai Ketua KPK, anggota Komisi III dari F-PKS, Indra, melihat komitmen serius Abraham untuk memberantas korupsi. Dengan darah muda, Abraham juga diyakini bakal bisa membuat lembaga ini lebih bergigi.

"Saya lihat semangat komitmen Abraham tidak tebang pilih, dia juga janji ungkap kasus besar dan tidak ingin seperti pemain sinetron," papar Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12).

Bagaimana dengan Bambang Widjojanto yang tidak terpilih menjadi Ketua KPK? Hal ini diduga kuat karena Bambang yang dinilai terlalu kritis. Diyakini, anggota DPR semakin takut jika gerak-gerik mereka diawasi. Bahkan isu yang beredar, nama Bambang masuk untuk 'bonus'.

Sedangkan tidak terpilihnya kalangan internal KPK yakni Abdullah Hehamahua dan Handoyo Sudrajat, sumber menyebutkan, jika kedua nama itu tidak terlalu populer di kalangan dewan.

Namun siapapun Ketua KPK-nya, publik memimpikan Indonesia bebas dari para koruptor. Ditunggu aksi-aksi heboh para pimpinan KPK untuk menyapu bersih korupsi di bumi Indonesia ini.

Sebelumnya, Komisi III memilih Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja menjadi pimpinan KPK. Abraham terpilih menjadi Ketua KPK menggantikan Busyro Muqoddas.

***


Dari artikel terkait juga dikatakan, bahwa "Semenjak proses seleksi, setahu saya, ibu di rumah terus shalat tahajud, berpuasa, dan mendoakan anaknya itu. Openg memang paling dekat dengan ibu" http://nasional.kompas.com/read/2011/12/03/00345573/Abraham.Samad.Ketua.KPK.yang.Dulu.Suka.Berkelahi