Jumat, 13 Juli 2012

The True Love

     Suatu ketika ada dua insan di pinggir danau. Seorang laki-laki paruh baya dengan badan tegap, dan satu lagi seorang wanita renta yang tak kuasa untuk berdiri, duduk di kursi roda.
Wanita renta itu memandang lepas, menyapu permukaan danau. Satu pertanyaan terlontar ketika dia melihat seekor burung putih yang sedang berdiri di atas permukaan air.
     "Nak, burung apakah itu yang ada di sana?"
     "Bangau ibu" jawab laki-laki itu dengan wajah yang berseri-seri.
     Setalah pertanyaan dilontarkan, kembali wanita renta tersebut menyapu pandangan ke permukaan danau. Sesaat kemudian satu pertanyaan kembali terlontar.
     "Nak, burung apa itu yang sedang mengepakan sayapnya?"
     "Bangau ibu" jawab sang anak dengan aga jengkel.
     Ibunya tak berekspresi melihat raut wajah sang anak. Lalu kemudian memandang permukaan danau kembali. Tidak lama setelah itu, kembali terdengar suara parau dari wanita renta itu.
     "Nak, burung apakah itu yang tadi terbang?"
     "Bangau ibu! tadi kan aku sudah bilang itu bangau! Burung yang berdiri di permukaan, yang mengepakan sayap dan yang terbang kan burung yang sama!" Jawab sang anak dengan muka yang muram dan nada membentak.
     "Dulu sewaktu kau masih kecil, kau menanyakan hal yang sama sampai puluhan kali dan aku selalu menajawabnya dengan sabar dan tersenyum kepadamu. Sekarang baru tiga kali saja aku bertanya kau sudah membentakku" wanita renta itu berujar tanpa memalingkan muka.
     Kemudian lelaki itu memeluk ibunya dengan erat seraya meminta maaf sambil meneteskan air mata.


*disadur dari buku satu jam bertafakur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar