Rabu, 11 Februari 2015

RENUNGAN: Catatan Masa SMA

Dengan membaca tulisan seseorang kita dapat mengetahui apa yang sedang dipikirkan, dirasakan, dan dirasakan oleh penulisnya pada saat tulisan itu dibuat. Saat saya membuka kembali arsip-arsip dahulu milik saya, tulisan ini ditemukan. Ini dibuat pada 5 April 2012. Sudah hampir tiga tahun, tapi harapan saya tetap sama. Di bawah ini adalah tulisan yang saya maksud (tanpa modifikasi).

AKU MAU KAMU TAU APA YANG AKU MAU

Aku adalah siswa yang masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas, dan masih menadahkan tangan pada kedua orang tuaku. Walaupun begitu, aku memiliki banyak sekali keinginan yang ingin aku dapat.

Aku mau integritas dalam pendidikan ditegakan.
Peraturan hanya akan menjadi pelengkap sebuah sistem atau administrasi bila tidak ditegakan. Hanya akan menjadi hiasan dinding semata. Tidak menjadi elemen penunjang tercapainya sebuah visi.
Alasan kemanusian hanya dapat diberikan pada sesuatu yang jelas terbukti atau orang-orang yang memiliki tingkat kejujuran yang tinggi. Alasan kemanusianpun harus dijauhkan dari orang-orang tamak, keuntungan saja yang mereka cari.
Kedok dan muslihat yang jelas tampak, harus dibabat. Kalau perlu dibakar sampai menjadi abu. Agar tidak menjadi tradisi. Semuanya akan menjadi semakin sulit bila telah menjadi tradisi. Dengan dalih adat, semua yang jelas-jelas salahpun dibenarkan. Dan untuk merubahnya sangatlah sulit.
Seleksi, dan ujian harus dilakukan dengan jujur. Kegiatan belajar tambahan memiliki tujuan untuk menambah ilmu, bukan nilai. Dan itu harus ditegaskan.

Aku mau dibina oleh orang yang bertanggung jawab.
Aku dan teman-temanku adalah orang-orang yang hebat. Sangat mungkin menjadi apapun di kemudian hari. Oleh karena itu aku membutuhkan orang-orang yang bertanggung jawab untuk
menjadi pembimbingku. Aku mau dibina oleh orang seperti itu. Beliau tidak harus sangat pintar, tapi minimal ada hal positif yang dapat aku ambil dari beliau. Dan yang jelas beliau harus bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Minimal selalu hadir bila tidak sakit atau berkepentingan yang sifatnya mendesak.

Aku tidak perlu kesempurnaan, tapi aku mau keteladanan.
Aku adalah peniru handal. Malahan, tiruan yang aku buat bisa lebih hebat dari aslinya. Aku bisa menyapa dengan ramah bila diberi keramahan. Dan aku bisa jadi pemarah sekali bila terus dimarahi. Dan banyak lagi hal yang bisa aku tiru.
Bagiku, figur yang sempurna itu tidak penting. Karna kesempurnaan hanya milik Penguasa Alam.  Tapi keteladanan adalah hal mutlak yang aku inginkan.

Aku mau kamu tau apa yang aku mau.
Tiga hal tadi adalah beberapa hal yang aku mau. Dan aku mau kamu tau itu. Jangan sekedar tau lalu kamu berlalu. Bila kamu punya kekuasaan untuk itu, aku mau kamu bantu aku mewujudkannya.
Satu hal lagi yang aku mau, negeri ini maju. Bukan hanya aku, dia, atau kamu yang maju.

Tulisan di atas dibuat oleh siswa SMA biasa. Bukan aktivis sekolah. Seperti siswa kebanyakan, belajar alakadarnya, nongkrong semaunya, dan jalan-jalan, tapi sesekali berpikir dan merenung. Tulisan di atas adalah salah satu renungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar