Jumat, 27 Maret 2015

STATISTIK SEBAGAI BAHASA SEHARI-HARI

Menurut Prof. Mustafid, Guru Besar Statistika Universitas Diponogoro (UNDIP), masyarakat Jepang telah menjadikan statistik sebagai bahasa yang penting untuk dikuasai setelah bahasa nasional dan bahasa internasional. Baik keputusan sentral yang menunjang pembangunan nasional maupun keputusan biasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan statistik. Di Negeri Sakura itu, statistik telah menjadi bahasa sehari-hari.
Statistik sebagai bahasa sehari-hari berarti dalam setiap tindakan haruslah memperhatikan statistik yang tersedia. Contoh sederhana, saat akan bepergian menggunakan bus kota, maka kita harus memperhatikan jadwal keberangkatan bus (statistik jadwal perjalanan bus). Contoh lain, saat akan berjalan-jalan pada musim tertentu, kita memperhatikan ramalan cuaca pada hari itu. Jika diramalkan akan terjadi hujan, maka bijaksana jika menyertakan payung dalam barang bawaan kita. Statistik sebagai bahasa pun dapat digunakan dalam setiap pengambilan keputusan yang rumit. Contoh lagi, saat kita akan mendirikan perusahaan restoran bintang lima, tentu saja kita harus
memperhatikan jumlah restoran yang telah ada, memperhatikan tingkat ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Bahkan, jika mungkin, pola konsumsi pangan masyarakatnya harus dikaji.
         Selain dilibatkan dalam pengambilan keputusan, statistik sebagai bahasa pun harus digunakan dalam komunikasi. Saat kita mengatakan rata-rata orang yang meninggal akibat wabah SARS, misalnya, adalah penduduk lansia dan balita maka kita harus mengetahui data yang ada terlebih dulu. Haram bagi kita mengatakan sesuatu hal tanpa dilandasi data yang valid.
Meskipun tampak sederhana, tetapi sikap demikian mampu menjaga lisan dari kebohongan. Dan juga menjaga lingkungan dari kabar-kabar yang terlalu dibesar-besarkan, yang pada umumnya, bahasa lisan bersifat seperti bola salju, semakin bergulir maka akan semakin besar. Menggunakan bahasa statistik bararti kita menghilangkan sifat bola salju suatu kabar.
Menjadi hal yang menarik ketika kita bertanya, “bagaimana agar terbiasa menggunakan statistik sebagai bahasa”? Disini, akan diuraikan beberapa hal yang dapat membantu menumbuhkan budaya statistik sebagai bahasa. Pertama, kita harus mengetahui dulu mengapa statistik penting digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Jawaban dari pertanyaan ini telah diuraikan pada penjelasan awal tulisan ini. Kedua, membiasakan diri membaca. Tanpa membaca kita akan buta, dan hanya dapat menduga-duga segala sesuatunya. Ketiga, yang harus kita lakukan adalah mempertanyakan statmen yang dibuat tanpa menyertakan bukti, baik itu berupa data (informasi berupa angka) dan atau pemikiran yang ilmiah. Keempat, yang bisa dilakukan untuk membiasakan diri menggunakan statistik sebagai bahasa adalah selalu mendasarkan perkataan dan perbuatan pada statistik-statistik yang telah teruji validitasnya.
Statistik harus digunakan sebagai bahasa sehari-hari agar terjalin kehidupan yang lebih teratur dan dapat menunjang dalam pencapaian tujuan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar