Minggu, 24 Juli 2016

PENGANTAR STATISTIKA



PENGANTAR STATISTIKA
SKALA PENGUKURAN

Saya akan menceritakan tentang mean terlebih dahulu. Namun, untuk mengawali diskusi kita tentang mean, saya rasa perlu saya ceritakan dulu tentang skala pengukuran data.

Data atau sekumpulan angka yang memiliki nilai informasi. Mengapa saya katakan sekumpulan? Karena “data” adalah bentuk jamak dari “datum” (datum adalah data yang terdiri dari satu angka). Data, dalam kajian statistik disimbolkan dengan angka. Meskipun pada awalnya berbentuk kata-kata (contoh; sangat puas, puas,  cukup puas, tidak puas, sangat tidak puas), tetapi dalam proses pengolahannya harus ditransformasi ke dalam bentuk angka.
Kita mengenal empat skala pengukuran data, yaitu: (1) skala nominal, (2) skala ordinal, (3) skala interval, (4) skala rasio. Saya akan menceritakannya satu persatu, mulai dari nominal sampai rasio.
Skala Nominal adalah data yang fungsinya hanya untuk kategorisasi. Contohnya: Laki-laki=1, Perempuan=2. Itu artinya, laki-laki dikodekan 1 sedangkan perempuan dikodekan 2 dan tidak ada perbedaan tingkatan antara keduanya. Kode 2 di sana tidak bisa diartikan “dua kali” dari 1.
Skala Ordinal adalah data yang fungsinya untuk mengkategorikan dan memberikan tingkatan dengan jarak antarkategori yang tidak sama. Contohnya: SD=1, SMP=2, SMA=3. SMA, sudah tentu tingkatannya berbeda dengan SD. Namun perlu diperhatikan, baik dalam skala nominal maupun ordinal tidak tidak dapat menunjukkan berapa kalinya (juga tidak dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan dan pengurangan). Ilustrasinya saya ambil dari contoh skala ordinal : 3 kalinya SD (kode 1) tidak berarti SMA (kode 3).
Skala Interval.  Skala interval selain berfungsi seperti skala nominal dan ordinal juga telah dapat menunjukkan jarak yang sama tetapi tidak sampai berapa kali (juga tidak dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan dan pengurangan), tidak memiliki titik asal nol (tidak memiliki nilai nol mutlak). Contoh: suhu ruangan naik dari 150C sampai 250C. Itu memiliki jarak yang sama dengan kenaikan suhu dari 200C sampai 300C yaitu 100C . Tapi kita tidak dapat mengatakan kenaikan suhu dari 200C menjadi 300C adalah 1,5 kalinya. Dalam suhu, 00C tidak sama dengan 00F .
Skala Rasio memiliki fungsi nominal, ordinal dan interval serta sudah dapat menyatakan berapa kali dan memiliki nilai nol mutlak. Contohnya: Berat badan Bidah = 40kg dan berat badan berat badan Bekti = 60kg. Itu beraarti berat badan Bekti 1,5 kali berat badan Bidah.
Skala Nominal dan Ordinal dikenal dengan data kualitatif. Sedangkan Skala Interval dan Rasio dikenal dengan data kuantitatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar